Langsung ke konten utama

REVIEW JURNAL DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN JEMBRANA BALI


Judul :                    DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN DAN                        PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN JEMBRANA BALI
Jurnal :                         Saintek Perikanan
Volume & Halaman    Vol. 4, No. 2
Tahun:                         2009 : 24 - 32

Penulis Oleh :              Agus Suherman dan Adhyaksa Dault

Reviewer:                    JUFRIADI . 17630074

Tanggal:                      25 Maret 2020

Tujuan Penelitian:       Untuk menganalisis dampak sosial ekonomi dari pembangunan dan pengembangan PPN Pengambengan

Subjek Penelitian:       Masyarakat Nelayan

Metode Penelitian:     Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Dalam studi kasus, metode yang digunakan bersifat multi metode, karena dirancang untuk menunjukkan suatu masalah secara terperinci dari sudut pandang peneliti dengan menggunakan berbagai sumber data (Blaxter et al. 2006). Yin (1996) menyatakan bahwa ada 6 sumber bukti yang dapat dijadikan fokus bagi pengumpulan data studi kasus adalah: (1) dokumen; (2) rekaman arsip; (3) wawancara; (4) observasi langsung; observasi pemeran; dan (6) perangkat fisik. Dalam hal ini diperlukan dua kategori data yaitu data utama dan data penunjang. Data primer diperoleh dari pencatatan langsung di lapangan, wawancara pada beberapa nelayan dan pengamatan kejadian-kejadian khusus yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen atau arsip tertulis serta laporan hasil penelitian serta publikasi. Adapun observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang lokasi, keadaan lingkungan kawasan, lokasi pemukiman dan pengelolaan yang telah dilakukan oleh pemerintah serta peran serta masyarakat pesisir yang berkegiatan dalam kawasan pengembangan PPN Pengambengan. Untuk dapat melihat korelasi yang terjadi antara keberadaan PPN Pengambengan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat baik yang berada di dalam pelabuhan (nelayan, bakul dan pengolah) maupun yang berada di luar pelabuhan (tukang ojek, pedagang keliling, warung dan sebagainya) maka dapat dilakukan melalui survey. Data sekunder berupa kondisi geografis, demografis, keadaan sosial ekonomi masyarakat dilokasi dikumpulkan dari instansi terkait yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan, PPN Pengambengan, serta instansi lain yang terkait dalam kajian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriftif statistik.

Hasil Penelitian:          Keberadaan PPN Pengambengan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat  pantai, baik positif maupun negatif. Dampak positif yaitu terjadinya peningkatan usaha dan terbukanya kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitar, dimana hal ini akan berpengaruh pada pendapatan. Sedangkan pengaruh negatif dari keberadaan PPN Pengambengan yaitu terjadinya persaingan usaha, konflik sosial dan ketersediaan sumberdaya ikan yang semakin berkurang. Berdasarkan dari hasil analisis biaya dan manfaat, keberadaan fasilitas PPN Pengambengan memberikan manfaat yang besar. PPN Pengambengan tidak mengharapkan keuntungan dari manfaat yang diterima. Hal ini dikarenakan tujuan dari PPN Pengambengan yaitu sebagai support system dalam meningkatkan kondisi sosial ekonomi dan mensejahterakan kehidupan para nelayan.

Kekuatan:                    Berdasarkan Surat Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara RI Nomor: B/2712/M.PAN/12/2005. Tanggal 30 Desember 2005 dalam Selayang Pandang PPN Pengambengan (2007), hal Penataan organisasi unit pelaksana teknis dilingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan, PPN Pengambengan ditetapkan menjadi eselon IVa yaitu PPN Pengambengan. Selanjutnya sejak tahun 2008 ditingkatkan statusnya menjadi PPN Pengambengan.

Kelemahan:                 Sebagai suatu wilayah kerja yang cukup luas dan majemuk maka memerlukan tatanan agar dapat berfungsi secara optimal. Semua ini akan berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya, apabila adanya kerjasama yang terkoordinir/terintregasi antara berbagai stakeholder, termasuk instansi, institusi dan masyarakat pengguna yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan masyarakat pesisir. PPN Pengambengan kurang dapat melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara pelelangan ikan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Retribusi Pelelangan Ikan. Hal ini disebabkan karena penyelenggara pelelangan, yang telah ditunjuk belum melaksanakan pelelangan secara optimal. Aktivitas pelelangan ikan untuk menentukan kelayakan harga ikan baik bagi produsen/nelayan maupun bagi pedagang masih belum berjalan dengan baik, dimana hanya dilakukan penimbangan saja atau pencatatan karena transaksi penjualan telah dilakukan oleh pemilik dan pedagang yaitu sudah adanya ikatan antara nelayan dengan pedagang setempat atau dikenal dengan istilah “OPO”. Sehingga apabila tidak segera diantipasi dapat mengakibatkan monopoli perdagangan ikan secara sepihak yang berakibat rendahnya harga jual bagi produsen/nelayan dan berdampak pada menurunnya tingkat pendapatan. Kendala yang dihadapi selama ini karena KUD tidak mampu mengambil alih penyedia modal/bakul. Keterkaitan nelayan dengan bakul disebabkan karena nelayan tidak mampu membeli perbekalan melaut secara kontan karena tingginya biaya operasional sehingga nelayan terikat pada pemilik modal. Peran PPN Pengambengan untuk mengatasi pemasaran dan distribusi ikan hasil tangkapan, perlu koordinasi bersama Muspika setempat dan instansi terkait agar kinerja dalam melaksanakan sistem lelang dan pengelolaan TPI dapat menjadi lebih baik yaitu dengan jalan mengambil alih fungsi bakul/pemilik modal bagi nelayan oleh KUD. Jika kondisi tersebut dapat dicapai nelayan pasti akan mendapatkan harga yang wajar berdasarkan hasil lelang. Sulitnya akses ke sumber modal dan rendahnya ketrampilan dan kemampuan dalam mengadopsi teknologi penangkapan yang lebih efisien serta kecilnya skala usaha pada sebagian nelayan tradisional, maka perlu diupayakan pengembangan masyarakat pesisir melalui pelatihan dan penyuluhan. Mengingat Pelabuhan Perikanan merupakan tempat berkumpulnya nelayan dan tempat yang paling sesuai dalam melaksanakan pengembangan masyarakat pesisir. Sehingga fasilitas yang mendukung mengemban masyarakat pesisir yang telah ada seperti Balai Pertemuan Nelayan (BPN) agar dapat dioptimalkan fungsinya.
Perbedaan dengan
rencana penelitian:      keberadaan PPN Pengambengan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat  pantai, baik positif maupun negatif. Dampak positif yaitu terjadinya peningkatan usaha dan terbukanya kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat sekitar, dimana hal ini akan berpengaruh pada pendapatan. Sedangkan pengaruh negatif dari keberadaan PPN Pengambengan yaitu terjadinya persaingan usaha, konflik sosial dan ketersediaan sumberdaya ikan yang semakin berkurang.

Jenis penelitian kualitatif study kasus lebih mendalam tentang kelompok masyarakat nelayan, bakul atau pemasar, pengolah/industri, dan kelompok pekerja lainnya.

Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Studi kasus adalah strategi penelitian ideal yang diperlukan, jika penelitian yang dilakukan bersifat holistik dan mendalam. Dalam studi kasus, metode yang digunakan bersifat multi metode, karena dirancang untuk menunjukkan suatu masalah secara terperinci dari sudut pandang peneliti dengan menggunakan berbagai sumber data (Blaxter et al. 2006).

Pendekatan yang menjadi landasan filosofis adalah pendekatan fenomenologis yakni memahami arti peristiwa dan kaita-kaitannyaterhadap orang-orang dalam situasi tertentu yang selanjutnya diharapkan menghasilkan teori baru


Postingan populer dari blog ini

RPS PERTEMUAN II - III KONSEP DAN ANALISA PELABUHAN

TUGAS PELABUHAN “KONSEP DAN ANALISA PELABUHAN” DISUSUN OLEH : JUFRIADI (17 630 074) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU 2020 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelabuhan, menurut Pasal 1 UU No.21 Tahun 1992 tentang Pelayaran, merupakan tempat yang terdiri dari daratan dan perairan dengan batas-batas tertentu, di mana berlangsung kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Kegiatan-kegiatan menyangkut kapal-kapal yang bersandar, berlabuh, naik turun penumpang, bongkar muat barang, fasilitas keselamatan pelayaran, serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi. Pengelolaan pelabuhan, merupakan persoalan yang rumit dan membutuhkan pengaturan yang teknis dan mendetail. Kompleksnya persoalan dan besarnya potensi pelabuhan di Indonesia tidak disertai dengan pengaturan yang ‘kaya’ dan sistematis. Secara umum, masalah pelabuhan ini hanya diatur...

RPS PERTEMUAN KE- 1 MAKALAH PENGANTAR UMUM KONSEP DASAR PELABUHAN

MAKALAH KONSEP DASAR PELABUHAN DI SUSUN OLEH : JUFRIADI (17 630 074) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAUBAU 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Pelabuhan ini tepat pada waktunya. Adapun Makalah Konsep Dasar Pelabuhan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Pelabuhan yang bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui tentang Dasar-Dasar Pelabuhan dan Masalah Pengelolaan Pelabuhan. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat menjadi referensi untuk pihak yang tertarik pada bidang pelabuhan. Akhir kata, kami mohon maaf bila masih terdapat banyak kekurangan, karena ilmu di dunia ini sangatlah luas untuk itu jangan puas hanya dengan apa yang telah dipelajari, seperti kata pepatah tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. Kami sangat mengharapkan...